Hari demi hari, minggu selang minggu. Kadang kian hambar, kadang pula kian indah. Detik- detik yang berlalu sudah mulai meninggalkan rentaknya yang tersendiri dalam perjalanan hidup sehingga mampu menjadi coretan hati.
Setiap kali kaki ini meninggalkan bayangnya di fakulti impian, setiap kali itu juga tulang belulang dan jiwa terasa rapuh terguris mengenangkan keinginan itu.
Jauh sekali ingin aku katakan jalanku kini adalah jalan yang setiap harinya berduri yang mencucuk, akan tetapi perjalanannya itu sangat berliku tatkala tidak sengaja membuahkan rasa putus asa.
" Anis, kita hanya merancang, namun Allah yang menentukannya. " Monologku pada diri sambil mengusap hati.
" Sejauh mana kau sudah merancang, tidak sejauh ketentuan yang telah ditetapkanNya. Ada cahaya di hujung usaha, ada juga bahagia di sebalik derita dan adanya bintang di sebalik kelam."
Aku,
sentiasa percaya.

Ya, aku sentiasa percaya...
ReplyDelete